the twilaight samurai

Diposting oleh Label: di

 
 
 Judul:The Twilight Samurai
Sutradara: Yoji Yamada
Skenario: Yoji Yamada & Yoshitaka Asama
Pemain: Hiroyuki Sanada, Rie Miyazawa dll.
Tahun: 2003

Sejarah Negeri Jepang tak pernah bisa dilepaskan dari para samurainya. Para ksatria (biasanya mengabdi pada kaisar/kerajaan) ini selalu digambarkan dalam busana tradisional Jepang kuno (kimono, obi, kuncir rambut dan tentu saja senjata khas mereka : pedang panjang yang tersandang di punggung) dengan penampilan yang gagah berani. Berperawakan tegap kekar dan kerjanya bertarung melulu, entah demi alasan membela negara ataupun demi martabat dan harga diri. Karakter bangsa Jepang yang sekarang kita jumpai (terutama budaya malu) pastilah berakar dari budaya tua para samurai ini.

The Twilight Samurai adalah juga sebuah kisah tentang seorang samurai bernama Seibei Iguchi (Hiroyuki Sanada) yang hidup di akhir abad 19 tepatnya tahun 1868. Sepeninggal istrinya yang wafat karena sakit TBC, Iguchi yang pendiam dan rendah hati itu harus terus melanjutkan hidupnya yang sederhana. Sebagai seorang juru tulis dengan upah rendah ia dan keluarganya (2 orang anak perempuan serta seorang ibu yang telah renta dan pikun) hidup serba pas-pasan. Bahkan seringkali mereka tak punya beras untuk makan esok hari. Kendati demikian mereka selalu tampak bahagia. Ia mencintai kedua orang putrinya dan membebaskan mereka sekolah dan membaca buku seperti anak-anak lelaki. Sikapnya tersebut menjadi istimewa untuk ukuran kehidupan di Jepang masa itu yang umumnya hanya mengajari anak-anak perempuan mereka dengan pengetahuan menjahit dan memasak.

Iguchi tak pernah bercita-cita memilih jalan pedang alias menjadi seorang samurai sepanjang sisa umurnya. Ia lebih suka bertani dan berkebun di pekarangan rumahnya yang tak seberapa luas itu bersama putri-putri tercintanya. Ia juga tak pernah berniat untuk menikah kembali sampai pada suatu hari ia berjumpa dengan sahabat lamanya yang mengubah jalan hidupnya kemudian. Melalui sahabatnya ini ia dipertemukan kembali dengan kekasih dari masa remajanya, Tomoe Linuma (Rie Miyazawa). Tomoe adalah mimpi masa lalunya yang hadir kembali. Wanita cantik adik Linuma itu, kini berstatus janda karena tak tahan hidup sebagai istri seorang pemabuk yang sering memukul.

Malam itu, saat Iguchi mengantarkan Tomoe pulang, menjadi awal baru kehidupan mereka. Iguchi terpaksa menerima tantangan berduel mantan suami Tomoe yang merasa tersinggung karena Iguchi ikut campur melerai pertengkarannya dengan Tomoe. Maka keesokan harinya, pada jam dan tempat yang telah ditentukan, bertarunglah mereka. Pemenangnya tentu saja Iguchi.


Sejak itu, tersebarlah dari mulut ke mulut cerita tentang kemenangannya tersebut. Teman-temannya yang semula sering mengolok-oloknya dengan sebutan "Twilight Iguchi" berubah sikap menghormatinya. Bukan itu saja, hubungannya dengan Tomoe pun lalu makin dekat. Tomoe jadi sering bertandang ke rumahnya, mengurusi kedua putri Iguchi dan mengajari mereka dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Kisah tentang kemenangannya itu pula yang akhirnya membawanya ke jalan pedang untuk menjadi seorang samurai tanpa bisa ditolaknya. Majikannya memerintahkannya untuk bertarung sampai mati dengan Zenemon Yogo (Min Tanaka) dengan imbalan dihapusnya semua utang selama pengobatan sampai meninggalnya istrinya. Iguchi tak punya pilihan lain.

Sebuah kisah drama yang melankolis dengan alur yang boleh dibilang lambat. Sutradara Yoji Yamada memilih gaya penceritaan naratif dalam menyampaikan kisahnya ini. Iguchi sebagai tokoh utama film ini, diceritakan melalui narasi putrinya, Ito (Erina Hashiguchi) yang saat peristiwa itu berlangsung baru berusia 5 tahun. Yamada cukup cermat dalam urusan detail. Kostum dan make up para pemain yang bersetting akhir tahun 1800-an tampak pas. Begitu pula ilustrasi musiknya. Beberapa adegan tentang adat dan kebiasaan pada zaman itu tampil wajar, bukan sekedar embel-embel semata.


Setelah menyaksikan The Twilight Samurai ini, sense-nya jadi terasa beda ketika saya nonton The Last Samurai dengan Tom Cruise sebagai bintangnya. Koreografi duel antara Iguchi dengan Yogo rasanya lebih indah dan alamiah ketimbang adegan perkelahian di The Last Samurai yang tampak terlalu canggih untuk ukuran zaman itu. Pun sosok Tom Cruise sebagai samurai terlalu super hero dan tak terkalahkan. Itu yang sering membuat saya merasa 'terganggu' : sangat Hollywood. Hehehe.
 
dwonload:
Posting Komentar

Back to Top